Keluarkan Teman Kami! - Part 2
Read the previous part here.
***
Kalimat Sarip di atas bagus ya? Anak guru bahasa Inggris sih jadi ya maklum aja (?). Anyway, dengan ini, gue sekarang udah benar-benar percaya bahwa Listia akan mengikuti Malam Puncak Penobatan Bagus-Roro Purworejo 2014! Aaaaaaak congratulations, dear. So proud to be your comrade :')
Meskipun sebenernya sedih juga sih, karena yang gue harapkan adalah melihat dua maskot kelas itu berpasangan kembali di ajang ini. Tapi gakpapa, salah satu berhasil lolos aja udah lebih dari cukup :D
Dari delapan/sembilan anak yang lolos ke final, lima diantaranya berasal dari kelas duabelas. Perwakilan cowoknya cuma satu. Ceweknya, tentu saja empat, salah satunya ya Listia itu tadi.
***
![]() |
| Greatest Pleasure :') |
Meskipun sebenernya sedih juga sih, karena yang gue harapkan adalah melihat dua maskot kelas itu berpasangan kembali di ajang ini. Tapi gakpapa, salah satu berhasil lolos aja udah lebih dari cukup :D
Dari delapan/sembilan anak yang lolos ke final, lima diantaranya berasal dari kelas duabelas. Perwakilan cowoknya cuma satu. Ceweknya, tentu saja empat, salah satunya ya Listia itu tadi.
Sebagai teman yang baik, tentu gue pingin nonton. Tapi sesuatu yang tak terduga tiba-tiba terjadi. Julyana, penggaet (?) juara kategori Busana Terbaik Bagus-Roro Purworejo 2013 memberitahukan hal pahit ini pada diri gue yang malang.
![]() |
| Huwaaaaaaaaaaa..... Y______Y |
Dan Listia mengiyakannya. "Jadi kemarin dari pihak panitia bilang, 'Kalian nggak usah kecil hati, nggak usah kecewa teman-teman kalian nggak bisa nonton kalian karena mereka lagi sekolah.' Gitu..."
Ini masalahnya yang bakal kenapa-napa itu gue, Ibuk... ;(
Jadi, hari Senin (8/9) itu benar-benar hari yang bakal susah gue lupain, dimana sebagian besar penduduk wanita Silent berkumpul di lapangan voli demi mendengar cerita sang Calon Roro. Yah, kebetulan waktu itu jam upacara, tapi karena nggak ada upacara dan kebetulan setelah itu kami akan mengikuti pelajaran olahraga, maka karena kami sangatlah rajin kami udah siap ganti baju dan stay di lapangan. Wkwkwk. Inilah salah satu kegiatan di jam olahraga yang gue sukai : sharing alias rumpi :D
Selama satu jam pelajaran (bahkan lebih) dia cerita banyak banget, semua tentang seleksi yang dia jalani kemarin Sabtu. Mulai dari seleksi di bidang apa aja, wawancaranya gimana, sampe akhirnya dia kepilih dan dipasangin sama siapa. Dia juga cerita bagian-bagian lucu di sana.
"Eh, ada cerita lucu," mulainya, "Waktu pengumuman siapa aja yang lolos, kan dipanggil satu-satu mulai dari roronya. Nah, suatu saat jurinya manggil, 'H*lmi *milala!', eh kok sing maju lanang jal!" Dia ketawa sebentar, "Terus semua jadi bingung gitu. Masak cowok dimasukinnya ke daftar roro. Hahaha."
Mengenai pasangan hidup on the stage. Dunia emang gak selebar daun putri malu kelor, ternyata pasangan Listia besok adalah temen SD gue sendiri! Mengetahui bahwa Beni, Calon Bagus itu, yang berhasil mendapatkan Listia, sontak gue bersama dengan teman-teman yang menuntut ilmu di SD yang sama, tertawa ngakak. Gimana enggak, dulu, seinget kami, dia adalah orang yang... eung... sedikit... mmm... ke... perempuan... an (!). Oke gue berani nulis ini karena gue yakin bahwa Beni gak akan buka blog gue ini, gue bahkan menyangsikan kalo dia masih inget gue karena dulu aja gak kenal kayaknya (soalnya beda kelas) ^^V
"Kamu Roro-ku ya? Ya ampun, jangan-jangan kita jodoh!" Listia menirukan apa yang telah dikatakan Bagus tersayangnya itu kkkk~
"Hey, lihat ni... Kenalin, ini Roro-ku." Wkwk. Sumpah. Beni beruntung banget dapet Listia. Tapi ya gak usah gitu juga kan ya?
Kami (temen-temen SD Beni) cerita abis-abisan tentang Beni, kebanyakan ceritanya ya... you know-lah! Listia jadi agak ilfeel gitu. "Tapi dia sekarang gak terlalu kayak gitu deh." katanya.
"Iya," jawab salah satu temen gue, "Nek didelok sepintas dheke ketok macho kok." Macho? Maju chongor? Eh, hehehe :P
Listia akhirnya bicara, "Besok aku nggak masuk sekolah, sampe hari-H."
"Lho, kenapa?"
"Ada pembekalan. Tiga hari. Dan tau gak, masak semua harus pake make-up dari rumah!"
"Haaaaa???" (ala-ala pesinetron remaja perempuan yang berlebihan itu loh -_-)
"Oh, aku gak bisa bayangin aku bakal naik angkot, dengan muka penuh make-up. Nanti orang-orang pasti pada ngeliatin aku. Aaaaarghhh aku maluuuu..." >_< (<--- ekspresinya Listia beneran kayak gini. Hahaha)
"Loh, kenapa nggak bareng aja sih, Bun," saran Pipin. "Kan jalannya searah sama Nuri. Kamu mbonceng dia aja. Kan jadi nggak malu-malu banget."
Listia terlihat mempertimbangkan saran itu. "Iya deh, bisa bisa."
Lalu dia teringat sesuatu. "Oh iya, aku dapet nomer urut 18."
"Loh 18 apa 16?" protes gue. Soalnya tadi dia sempet ngomong dapet nomer 16 gitu.
"18... yang 16 itu nomer pendaftaran (apa nomer tes apa wawancara gitu deh)."
"Ooohh..."
Diam.
"Dulu pas Kartini-Kartono aku juga dapet nomer 18." kata Listia lagi.
"Ha? Iya po?" kata seorang temen gue *biasalupamen, "Wah... nomer keberuntungan!"
Listia cuma ketawa. Nomer keberuntungan gimana orang Kartini-Kartonoannya kalah juga -_-V. Tapi ya semoga berkah aja deh. Nomer berapa aja nggak masalah.
Dan percakapan itu berakhir ketika bel tanda pelajaran yang sesungguhnya dimulai. Eh ibuk gurunya juga udah dateng. Rumpinya bubaaar bubaaaaaaaaaaaar!!! :3
***
"Ada pembekalan. Tiga hari. Dan tau gak, masak semua harus pake make-up dari rumah!"
"Haaaaa???" (ala-ala pesinetron remaja perempuan yang berlebihan itu loh -_-)
"Oh, aku gak bisa bayangin aku bakal naik angkot, dengan muka penuh make-up. Nanti orang-orang pasti pada ngeliatin aku. Aaaaarghhh aku maluuuu..." >_< (<--- ekspresinya Listia beneran kayak gini. Hahaha)
"Loh, kenapa nggak bareng aja sih, Bun," saran Pipin. "Kan jalannya searah sama Nuri. Kamu mbonceng dia aja. Kan jadi nggak malu-malu banget."
Listia terlihat mempertimbangkan saran itu. "Iya deh, bisa bisa."
Lalu dia teringat sesuatu. "Oh iya, aku dapet nomer urut 18."
"Loh 18 apa 16?" protes gue. Soalnya tadi dia sempet ngomong dapet nomer 16 gitu.
"18... yang 16 itu nomer pendaftaran (apa nomer tes apa wawancara gitu deh)."
"Ooohh..."
Diam.
"Dulu pas Kartini-Kartono aku juga dapet nomer 18." kata Listia lagi.
"Ha? Iya po?" kata seorang temen gue *biasalupamen, "Wah... nomer keberuntungan!"
Listia cuma ketawa. Nomer keberuntungan gimana orang Kartini-Kartonoannya kalah juga -_-V. Tapi ya semoga berkah aja deh. Nomer berapa aja nggak masalah.
Dan percakapan itu berakhir ketika bel tanda pelajaran yang sesungguhnya dimulai. Eh ibuk gurunya juga udah dateng. Rumpinya bubaaar bubaaaaaaaaaaaar!!! :3
***
Jadi, seperti yang telah dibicarakan di atas, sejak hari Rabu sampe Jumat, Listia gak masuk sekolah demi mengikuti pembekalan, atau bahasa kerennya, karantina. Dan hari Rabu itu juga, gue tiba-tiba merasa kangen padanya. Gue juga nggak tahu kenapa waktu itu gue mau-maunya mengungkapkannya pada teman-teman sekelas yang lain.
"Heh, aku kangen Listia jal... Alay rak sih?" kata gue polos. Gue merasa sedikit aneh karena hubungan gue dan Listia kan nggak deket-deket banget, nggak Filo dan Fikal* :3
"Enggak kok Tih, normal-normal aja." Mungkin mereka emang mau nyeneng-nyenengin hati gue :P *peace*
(dan makin hari ke-lebay-an gue makin berkurang. Alhamdulillah. Tapi hati ini tetap kangen.... #eh)
***(dan makin hari ke-lebay-an gue makin berkurang. Alhamdulillah. Tapi hati ini tetap kangen.... #eh)
Kami sempet merencanakan sesuatu untuk hari Sabtu besok. Kami bakal bolos, bawa banner, terus teriak-teriak pas Listia sedang berjalan di atas catwalk bersama Beni sang pujaan hati #eh :D
Namun semua itu sirna...
Saat kami menge-fix-kan hal ini pada Bu Tri, beliau bilang bahwa it's okay wae selama sekolah mengijinkan. Kami udah optimis banget bahwa kami bakal diijinin bolos. Please, ini temen kami, bunda kami, roro kami, masak gak boleh nonton?
Sebelum Listia pergi, gue sempet bilang, "Besok kirim foto ya, ntar aku sama Pipin buatin banner, deh!"
Lagi-lagi semua itu sirna...
Gue sana Pipin sih udah fix mau bantu pesenin banner. Tapi tiba-tiba kami kepikiran, kalo misalnya kami berangkat dari sekolah jam setengah dua (iya pulang sekolahnya jam segitu) dan Listia udah... gak lolos, bannernya kan jadi mubazir. Huhuuu.
Di H-1 gue memikirkan berbagai cara untuk bolos. Berbagai cara nekad. Ini sulit bagi gue, karena dari sejak gue tau apa itu yang namanya sekolah, gue gak kenal apa itu yang namanya bolos. Bahkan waktu hari-hari gak penting abis tes atau menjelang penerimaan rapor di mana beberapa teman nekad bolos, gue menguatkan hati untuk tetap sekolah. Mau dikata apapun, sekolah itu bagai candu yang punya kemampuan menarik penduduknya untuk tetap menghampiri :3
Gue juga sempet curhat-curhat gitu sama Hana, temen sekaligus tetangga kelas merangkap tukang ojek gue yang baru aja gue bikinin Line soalnya hapenya baru. Jadinya kami rajin Line-an deh! -_-
Gue juga sempet curhat-curhat gitu sama Hana, temen sekaligus tetangga kelas merangkap tukang ojek gue yang baru aja gue bikinin Line soalnya hapenya baru. Jadinya kami rajin Line-an deh! -_-
![]() |
| Hahaha sekali-kali alay heuheu :D |
Haha, mengenai foto yang gue kirim ke Hana itu, sebenernya ada ceritanya loh.
Jadi gini. Pas buka Facebook, gue scroll down di beranda, eh Bimo (satu-satunya kandidat Bagus dari kelas duabelas) ganti foto profil. Eh sama cewek. Eh ini fotonya diambil pas karantina. Eh ceweknya itu siapa sih?
![]() |
| Jadi tambah pingin nonton... >_< |
![]() |
Beberapa saat setelah mengetikkan komen di atas, gue baru sadar bahwa gue telah melakukan suatu kegoblokan.
Karena setelah gue pantengin sampe mata gue hampir mencolot, gue meyakini bahwa yang berfoto bersama Bimo itu adalah Listia. Karena yakinnya belom 100%, gue nanya ke temen-temen. Kalo bener... gue goblok banget. Itu temen sendiri masak gak kenal -_-
"Yang foto sama Bimo kemaren siapa, ya?" tanya gue ke Pipin yang bangkunya di belakang gue.
"Nggak tau," jawabnya. "Siapa, Yan?"
"Yang foto sama Bimo? Nggak tau. Siapa, Dit?" Dian menanyakan hal yang sama pada Dita yang duduk di belakangnya.
"Ha? Kuwi Bunda, monyong!" kata Dita agak kaget.
"Iyo kuwi Listia mosok ra ngerti?" Anggita yang duduk di sebelah Dita memperkuat penjelasan.
"Ha?" Gue pura-pura kaget, padahal sebenernya udah ada sedikit keyakinan sih kalo itu Listia. Wkwkwk. "Mosok aku iso ra ngerti, yo?"
"Aduh piye sih kowe, karo kancane dewe og lali."
Wkwkwk. Men, tapi sungguh Listia dalam foto di atas terlihat lain dari yang biasa gue liat di kelas. Usut punya usut (maksudnya setelah gue nanya pas dia udah masuk hehehe), ternyata dia pake make-up di situ. Wkwkwk. Pantes aja kalo gitu. Kelihatan lebih cantik dari biasanya (biar seneng, hehe :P), meskipun pipinya tetep kelihatan... gem... biiii...
Udah ah :D
Mengenai si Beni, lagi-lagi dunia gak selebar daun
![]() |
| Maafkan kami yang terlalu frontal dan vulgar, Ya Allah :3 |
Kembali ke topik awal, akhirnya gue pasrah pada apa yang akan direncanakan Allah untuk esok hari, karena gue percaya rencana-Nya lah yang terbaik (sok religius, heuheu :P)
Tapi gue masih berharap, tetap berharap, sangat berharap, maksimal jam setengah 12 gue dan kawan-kawan udah diijinin pulang demi menyuporteri Listia.
Huft. Gimana besok ya?
By the way, gue sebel banget liat tweet di bawah ini :@
By the way, gue sebel banget liat tweet di bawah ini :@
![]() |
| 10 pagi? Sh*t, men! |
-To be continued...-
NB: *Filo dan Fikal adalah sepasang kura-kura gue tercinta yang hubungannya sebatas tumpuk-tumpukan dan dorong-dorongan :D







ratih frontalnya -__-
BalasHapusuntung gaada nama gue :D
tapii benerr ngehibur kok tih (y) bakal kangen nih {}
ditunggu part-3nya yak :))) sertain nama gue juga (kalo ada -.-") tapi yang kalem2 aja haha
salam buat filo sama fikal ({})
aduh men
BalasHapuskangen sama siapa? sama gue apa sama...... *krikkrik
wah, masalahnya dalam kisah ini gue sama sekali gak ada bayangan tentang elo kik, nonton aja enggak. yah mungkin di kesempatan berikutnya namamu akan terpatri di blog suci ini, wkwk
thanks, men. doain aja moga gue seneng terus, karena gue nulis blog saat dalam keadaan seneng doang :D
manmenmanmen -_-
BalasHapusya kangen sama silent lah :P
iya si, soalnya waktu itu gue berhalangan hadir buat nonton u,u
yap, gue tunggu lhoo
seneng terus dong tih.. ntar gue seneng bacanya :D
Kan lagi jamannya men, men!
BalasHapusowh, kirain sama 'yang lain' :P
yang terakhir susah kik bikinnya T_T panjang banget jadi agak males nerusin wkwk
aamiin.... :D